Suhu udara yang panas dan aktivitas yang padat sering membuat orang memiliki masalah ketiak basah. Masalahnya, hal ini membuat seseorang kadang tidak percaya diri.
Bagi Anda yang sering mengalaminya, sepertinya hal ini tidak lagi jadi masalah karena perusahaan Jepang, Thanko, belum lama ini menciptakan AC atau alat pendingin ketiak.
Kedengarannya mungkin mewah, tapi sebenarnya Anda hanya perlu menjepitkan alat ini ke lengan baju sehingga sirkulasi udara masuk ke dalam ketiak.
Cukup menyediakan dua baterai AAA, ketiak Anda bisa dingin antara lima sampai sembilan jam, tergantung dari tiga pengaturan kecepatan Anda pilih. Atau, Anda juga bisa mengecas baterainya menggunakan charger USB.
Uniknya lagi, pendingin ini bukan hanya bisa digunakan untuk mereka yang menggunakan lengan pendek. Karena Anda bisa menyimpannya di leher atau bagian depan kemeja bila menggunakan pakaian lengan panjang.
Alat ini dibaderol dengan harga yang cukup murah atau sekitar 3.800 Yen (Rp470 ribu). Tertarik?
Kisah dongeng atau yang juga sering disebut sebagai cerita pengantar tidur, biasanya selalu dihiasi oleh akhir yang bahagia.
Tidak jarang dari kumpulan cerita tersebut yang diangkat menjadi tontonan keluarga, seperti Putri Tidur, Cinderella, dan Putri Salju.
Namun, tahukah Anda, ternyata ada kisah menyedihkan dan mengerikan di balik dongeng bahagia itu. Seperti pemerkosaan yang dialami karakter, atau jalan kematian yang harus ditempuh untuk 'bahagia'.
Berikut 6 'kesuraman' dalam versi asli cerita dongeng populer.
1. Gadis Berkerudung Merah
Pada suatu hari, gadis berkerudung merah pergi ke hutan untuk mengunjungi neneknya. Di tengah perjalanan, dia tersesat dan bertemu dengan seekor serigala.
Serigala itu lalu bertanya kepada sang gadis, kemana dia hendak pergi. Tanpa rasa curiga, dia menjawab akan mengunjungi neneknya, yang tinggal di tengah hutan.
Setelah sampai di rumah sang nenek, gadis berkerudung merah tidak menemukan neneknya. Alih-alih dia malah melihat serigala yang tadi ditemuinya dalam perjalanan.
Serigala itu lalu menyerangnya. Dia berteriak minta tolong. Pada saat itu seorang tukang kayu sedang berada di lokasi tersebut, mendengar suara jeritan dan menolong sang gadis berkerudung merah.
Dalam cerita asli -- versi Prancis ditulis oleh Charles Perrault -- akhirnya tidak bahagia. Versi itu menceritakan, tidak ada nenek dan pemotong kayu, hanya gadis berkerudung merah dan serigala.
Tidak ada akhir yang bahagia, gadis itu akhirnya tewas dimakan serigala. Kisah itu menyampaikan pesan, agar tidak mudah percaya pada orang asing.
2. Putri Duyung, Ariel
Ariel, putri duyung, merupakan salah satu cerita dongeng yang diangkat menjadi tontonan anak. Di dalam kartun, putri duyung itu jatuh cinta kepada seorang pangeran, Eric. Pada akhir cerita film yang diproduksi Disney itu, Ariel akhirnya hidup bahagia dengan menikahi Eric.
Namun, pada cerita versi asli karya Christian Anderson, Ariel akhirnya menjadi buih di lautan.
Putri duyung itu patah hati karena melihat Eric menikahi seorang putri kerajaan. Seorang penyihir lalu menawarkan bantuan kepada Ariel, berkata untuk menikam jantung Eric hingga tewas.
Tidak tega melakukan hal tersebut, Ariel memilih untuk terjun ke laut dan menjadi buih.
3. Putri Salju
Dalam cerita putri salju yang sering kita dengar, ratu menyuruh seorang pemburu untuk membunuh gadis cantik itu dan membawa jantungnya sebagai bukti.
Alih-alih membunuh Putri Salju, sang pemburu malah melepaskannya, dan membawa jantung babi hutan sebagai barang bukti untuk sang Ratu.
Saat mengetahui gadis itu masih hidup, sang ratu menyamar menjadi seorang wanita tua dan memberikan apel beracun yang membuat Putri Salju 'tertidur'.
Tidak banyak yang berubah dalam versi Disney ini. Perbedaannya adalah, dalam cerita asli sang putri terbangun bukan karena ciuman dari sang pangeran, melainkan akibat hentakan kuda sang pangeran.
4. Putri Tidur
Dalam kisah asli sleeping beauty, putri cantik itu tertidur akibat tertusuk jarum tenunan dan terbangun ratusan tahun kemudian setelah dicium seorang pangeran dan hidup bahagia selamanya.
Sayangnya, bukan itu yang terjadi dalam cerita asli Putri Tidur. Dalam kisah asli, seorang gadis muda dikutuk tidur selamanya. Bukannya mendapat kecupan dari seorang pangeran, sang raja malah memperkosa gadis itu berkali-kali -- saat masih tertidur.
Gadis itu lalu hamil dan melahirkan dua orang anak dalam kondisi masih terkutuk. Salah seorang dari dua anak itu menghisap jari ibu mereka yang tertusuk jarum, dan menghilangkan bisa.
Saat terbangun dari tidur panjangnya, Putri Tidur terkejut mendapati dirinya telah diperkosa dan memiliki dua orang anak.
5. Hansel dan Gretel
Dalam kisah terkenal Hansel dan Gretel, dua orang anak tersesat di dalam hutan dan menemukan rumah 'kue' milik penyihir jahat. Kedua bocah itu dijadikan budak, sementara penyihir itu bersiap untuk menyantap mereka.
Hansel dan Gretel lalu menemukan cara untuk melarikan diri, dengan melemparkan penyihir jahat itu ke dalam api.
Dalam versi Prancis, kedua anak itu bertemu dengan pasangan suami istri iblis. Dia meletakkan kuda-kuda pada salah satu dari bocah itu dan membuatnya terluka.
Berpura-pura tidak tahu cara melepaskan kuda-kuda tersebut, mereka meminta istri iblis untuk melepaskannya.
Saat iblis tersebut membungkuk, Hansel mengambil sebuah pedang lalu memotong kepala wanita itu dan melarikan diri.
6. Cinderella
Dalam cerita Disney, Cinderalla dikisahkan sebagai seorang gadis yang hidup dianiaya oleh ibu dan saudara tirinya. Namun, berkat bantuan ibu peri, dia akhirnya dapat menikahi seorang pangeran dan hidup bahagia selamanya.
Akhir kisah hidup bahagia Cinderalla tak jauh berbeda dengan versi asli cerita. Dalam versi asli, tidak ada ibu peri dan kereta kuda.
Saudara tiri Ella harus memotong jari mereka, agar muat di dalam sepatu kaca -- yang ditinggalkan Cinderella di pesta dansa -- untuk menipu sang pangeran.
Kedua saudara Ella berakhir hidup di jalanan sebagai pengemis, sementara Cinderella hidup bahagia dalam kemewahan.
Sebuah sekolah dasar (SD) di Sydney, Australia menerapkan larangan untuk bertepuk tangan. Sebagai gantinya, para siswa dapat 'bersorak dalam diam', 'mengekspresikan wajah gembira', dan 'meninju ke udara'.
Seperti dilansir dari news.com.au, Rabu (20/7/2016), peraturan ini diterapkan Elanora Heights Public School yang berlokasi di pantai utara Sydney. Mereka mengumumkan kebijakan baru 'bersorak dalam diam' pada tabloid terbaru sekolah.
Ternyata, kebijakan ini diterapkan untuk menghormati para siswa yang 'sensitif dengan kebisingan'. Dan menurut para guru, praktik ini juga dapat 'mengurangi gelisah' para siswa.
Pada waktu bersamaan, Elanora Heights Public School yang merupakan sekolah khusus perempuan juga menerapkan larangan bagi para guru untuk memanggil 'ladies' atau 'women' kepada murid mereka. Alasannya, demi kenetralan gender.
"Apakah Anda tahu bahwa sekolah kami telah mengadopsi bersorak dalam diam di pertemuan. Jika pernah datang ke pertemuan sekolah, Anda pasti memperhatikan siswa kami melakukannya," ujar pihak sekolah dalam tabloid tersebut.
"Alih-alih bertepuk tangan, para siswa bebas meninju ke udara, mengekspresikan wajah gembira, dan menari di tempat. Praktik ini diadopsi untuk menghormati siswa yang sensitif terhadap kebisingan. Para guru menemukan bahwa bersorak dalam diam menjadi cara yang bagus bagi murid mereka untuk membuang energi dan mengurangi gelisah," jelas pihak sekolah.
Sebelumnya, larangan untuk memanggil 'ladies' atau 'women' telah diterapkan lebih dulu oleh sekolah Cheltenham Girls High School di barat laut Sydney. Ini demi menghindari diskriminasi dan mendukung keberadaan komunitas LGBT.
Sejumlah sekolah di Australia memang telah menerapkan beberapa aturan unik seperti misalnya larangan memeluk yang telah diterapkan di Geelong primary school pada April lalu. Para murid pun diajarkan cara lain untuk menunjukkan kasih sayang, yaitu tos dan 'salam tinju'.
Menurut salah seorang guru di St Patrick Primary School, John Grant 'tidak ada yang istimewa' di balik alasan diberlakukannya larangan memeluk.
"Namun saat ini dengan usia mereka, kita harus benar-benar sadar tentang upaya melindungi anak-anak dan mengajarkan sejak dini bahwa mereka harus berhati-hati," ujar Grant.
Tak hanya larangan bertepuk tangan dan memeluk, namun sejumlah sekolah di Australia juga memiliki peraturan 'tak biasa' lainnya seperti larangan menyanyikan lagu Natal, merayakan Australia Day atau bahkan menyebut kata 'black' dalam lirik lagu anak-anak terkenal 'baa baa black sheep'.
Ada beberapa kisah pernikahan yang terdengar tidak biasa. Di India, kita pernah mendengar pernikahan seorang pria dengan sebatang pohon. Lalu ada lagi kisah-kisah pernikahan dengan mahluk halus atau arwah, dengan boneka, atau dengan robot.
Dikutip dari Oddee pada Jumat (22/7/2016), ternyata kisah-kisah pernikahan tak biasa ada di berbagai belahan Bumi. Ada-ada saja alasan di baliknya.
Berikut adalah 10 kisah pernikahan yang terdengar nyeleneh, tapi nyata terjadi:
1. Pria Menikahi Komputernya
Seorang pria veteran Angkatan Darat AS mengajukan perlawanan keputusan pengadilan yang melarang haknya menikahi sebuah laptop.
Chris Sevier mengajukan banding ke 10th US Circuit Court of Appeals dan berpendapat bahwa kalau pasangan sejenis boleh menikah, maka dia juga harus diperbolehkan menikah dengan Macbook miliknya
Model amatir ini mengaku bahwa kompter adalah obyek seksual kesukaannya. Artinya, dia lebih menikmati seks dengan perangkat itu lebih daripada "wanita sebenarnya".
Ia mencoba menikahi perangkat itu, yang disebutnya penuh dengan pornografi, tapi pejabat berwenang Utah menolak penerbitan akte pernikahan dengan alasan "orientasi seksual".
Mengingat preseden lainnya, kemungkinan dia akan berhasil.
2. Pria Rusia Menikahi Piza
Seorang pria Rusia menemukan pasangan jiwanya dalam bentuk sebuah piza. Pria yang tidak disebutkan namanya itu menikahi makanan setelah muak terus menjomblo.
Upacara aneh pernikahannya berlangsung di pizaria di kota Tomsk, selatan Rusia. Pengantin baru ini mengaku dulunya tidak memiliki hubungan mendalam dan berarti dengan "pengantin wanita", tapi ia memutuskan untuk meneruskan perkawinan anehnya itu.
3. Wanita Menikahi Kucing
Setelah putus cinta secara pahit, banyak wanita yang berpendapat mereka tidak akan pernah lagi menemukan cinta.
Lain halnya dengan perancang web bernama Barbarella Buchner (48) yang awalnya enggan mencari pria baru setelah hubungannya selama 7 tahun bubar.
Ia malas mencari pria baru karena menemukan kegembiraan, kedekatan dan pemenuhan emosional dengan kucing-kucingnya.
Walau terdengar ganjil, Barbarella mengaku menemukan lebih dari satu belahan jiwa dalam bentuk kucing-kucing jantannya yang bernama Spider dan Lugosi. Pengabdiannya kepada dua kucing itu sungguh kuat sehingga ia bahkan menikahi mereka dalam upacara secara daring (online).
Pada 2004, Barbarella memutuskan untuk membuatnya resmi dan mencari cara menikahi kucing-kucingnya hingga ia akhrnya menemukan situs web Marryyourpet.com.
Situs itu memiliki daftar aturan yang diharapkan dari seorang manusia yang menikahi hewan peliharaan mereka agar ditaati. Setelah Barbarella disetujui, membayar ongkos senilai 20 poundsterling, menikahi Lugosi dan Spider dalam upacara secara daring, termasuk melaukan 'klik' pada kata "Saya mau".
4. Seniman Menikahi Batu
Seorang seniman bernama Tracey Emin mengaku telah menikahi sebongkah batu.
Wanita yang dikenal ulet dalam pekerjaan dengan proyek yang tidak biasa ini menikahi sebongkah batu purbakala di Prancis. Dia "melihatnya sebagai suatu benda yang melindungi, bukan yang menakutkan."
Menurut sejumlah laporan, ia menikahi batu itu sambil mengenakan kain kafan putih ayahnya. Seniman itu juga mengaku tidak lagi melakukan seks karena hanya fokus pada cinta dan pekerjaan
5. Pria Tokyo Menikahi Karakter Permainan Video
Nene Anegasaki sungguh cantik, lucu, dengan mata yang besar. Cocok sekali dengan rok pendeknya, tidak suka berkelahi, dan selalu menuru. Itulah alasan-alasan mengapa seorang pria berusia 27 tahun asal Tokyo menikahinya.
Hanya ada satu masalah. "Wanita" itu adalah suatu karakter permainan video Nintendo DS yang dikenal dengan "Love Plus". Tapi itu tidak menghalangi Sal 9000—nama panggilan pengantin pria—untuk menikahi Nene.
Pernikahan berlangsung pada 2009 dan menjadi pernikahan pertama antara manusia dengan avatar.
Sal saat itu mengenakan tuksedo putih dan menikahi Nene dalam upacara yang disaksikan ribuan orang secara langsung di dunia maya.
6. Wanita Lacak Donor Sperma dan Menikahinya.
Seorang wanita melacak pria yang menjadi donor sperma baginya dan kemudian menikahinya.
Satu tahun setelah Aminah Hart mendapatkan seorang putri, Leila, dengan bantuan seorang pendonor sperma tak dikenal, ia mencoba mencarinya.
Alasannya, ia ingin agar putrinya mengetahui ayahnya. Wanita yang baru menjadi ibu menemukan pendonor itu, langsung jatuh cinta dan menikahinya pada Desember 2015.
Warga Australia kelahiran London ini memilih profil Scott Andersen karena pria ini mengaku sebagai seorang yang bahagia dan sehat.
Hart menemukan Andersen melalui beberapa pencarian internet berdasarkan nama depan dan jenis pekerjaan sebagai peternak.
Ia menghubungi pria itu melalui daftar IVF dan mengirimkan foto Leila. Mereka pun sepakat untuk bertemu. Andersen dan Hart mulai lebih sering meluangkan waktu bersama hingga hubungan menjadi romantis.
Hart menuliskan pengalaman cintanya, berjudul HowI Met Your Father, dan telah menjadi sebuah film.
7. Wanita Mengganti Nama, Lalu Menikahi Diri Sendiri
Seorang wanita bernama Beautiful Existence (42) adalah ibu 2 orang anak yang tinggal di Seattle . Ia mengubah namanya secara legal dari nama sebelumnya, Desiree Longabaugh.
Selanjutnya, ia menggelontorkan US$ 7.000 (Rp 92 juta) untuk biaya menikahi dirinya sendiri di bawah menara Eiffel, Paris, setelah mengalami perceraian pahit 10 tahun sebelumnya.
Existence mengaku ia selalu memimpikan menikah di Paris dan memutuskan untuk menggelar upacara kecil di sana pada Juni 2015, lengkap dengan juru foto dan 3 orang sahabat terdekatnya.
Jangan kaget, ternyata menikahi diri sendiri telah menjadi tren baru. Pada 2015, Yasmin Eleby dari Houston, Texas, menikahi dirinya sendiri setelah gagal mendapatkan idaman hati sebelum berusia 40 tahun.
8. Pria Menikahi Telepon Pintar
Ada banyak pernikahan abal-abal terjadi di Las Vegas, namun pria yang satu ini berkelana ke Sin City untuk menikahi telepon pintar miliknya.
Aaron Chervenak (34) yang berasal dari Los Angeles menikahi teleponnya di The Little Vegas Chapel, Nevada, pada 2016.
Menurutnya, ia ingin menekankan tentang semakin terpikat dan tergantungnya masyarakat sekarang pada telepon pintar.
Aaron menceritakan bahwa ketika ia tiba di Vegas dan menghubungi suatu kapel untuk mengetahui apakah mau melangsungkan “upacara yang agak tidak orthodoks”. Betapa gembiranya, ternyata kapel itu bersedia.
Pengakat iPhone warna hitam miliknya disarungi bungkus berwarna putih, lengkap dengan tatakan berhias untuk kemudian ditempatkan di bagian depan kapel. Walau terdengar ganjil, ada saja sejumlah tamu yang hadir.
Sayangnya, tidak semua orang mendukung ikatan mereka. Kata seorang pengguna YouTube ketika melihat video pernikahan itu, "Lihatlah, dalam 18 bulan ia akan upgrade."
9. Pria Thailand Menikahi Jasad Kekasihnya
Seorang pria Thailand menikahi kekasihnya yang telah meninggal dalam upacara gabungan pernikahan dan pemakaman. Kekasihnya meninggal dalam suatu kecelakaan lalu lintas.
Chadil "Deffy" Yuenying menikahi kekasihnya selama 10 tahun, Sarinya "Anne" Kamsook, dan kemudian mengunggah foto-foto pernikahannya ke Facebook.
Menurut sejumlah sumber daring, mereka sebenarnya telah berencana akan menikah, tapi menunda-nundanya karena Yuenying ingin menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.
10. Wanita Menikahi Seekor Kuda
Pada 2014, Pengadilan Tinggi Denmark terpaksa mengakui hak wanita pembela hak-hak hewan untuk menikahi kuda miliknya. Keputusan ini menjadi preseden dan membuka jalan bagi pernikahan manusia dengan hewan di seluruh negeri.
Milanja Broskvit (28) mengajukan kasus karena ia dan suaminya, Thorgen, telah menjadi korban spesiesisme, suatu prasangka yang serupa dengan rasisme atau seksisme.
Menurut Broskvit kepada pengadilan, "Perbedaan antara spesies-spesies kita tidak membuat kita berbeda jauh di dalam. Perlakuan pada individu didasarkan kepada keanggotaan dalam suatu kelompok dan perbedaan fisik yang secara moral tidak relevan."
"Argumennya di sini adalah bahwa keanggotaan suatu spesies tidak memiliki nilai moral yang penting."
Di suatu daerah terpencil di selatan Malawi, ada suatu tradisi yang mewajibkan remaja putri yang telah memasuki pubertas untuk melakukan seks dengan seorang pria yang dibayar untuk melakukan hal tersebut.
Oleh penduduk desa, tindakan ini tidak dipandang sebagai pemerkosaan, tapi sebagai suatu bentuk ritual "pembersihan".
Walaupun demikian, ada potensi pria berbayar yang dijuluki "hyena" ini malah menyebarkan penyakit, bukannya membersihkan.
Dikutip dari BBC pada Jumat (22/7/2016), penulis Ed Butler menemui Eric Aniva di gubuknya di Nsanje, selatan Malawi. Pria yang hidup dengan disabilitas itu menyambut dengan gembira, seakan senang mendapatkan perhatian media. Ia mengaku pincang sejak lahir.
Tapi jangan salah. Aniva adalah seorang "hyena" tersohor di kampungnya. Julukan itu sendiri memang diberikan kepada seorang pria yang dibayar oleh masyarakat di sejumlah komunitas beberapa desa terpencil untuk memberikan "pembersihan" seksual.
Misalnya, jika seorang pria meninggal dunia, tradisi yang ada mewajibkan jandanya untuk melakukan seks dengan Aniva sebelum suaminya boleh dikubur. Atau, jika seorang wanita baru saja melakukan pengguguran kandungan, wanita itu pun harus melakukan "pembersihan".
Yang paling mencengangkan, gadis-gadis remaja di Nsanje yang telah mendapat menstruasi pertama diwajibkan melakukan seks selama 3 hari berturut-turut sebagai tanda telah melewati masa kanak-kanak menuju kedewasaan wanita.
Jika sang remaja putri menolak, ada kepercayaan bahwa penyakit atau nasib sial menimpa keluarganya atau bahkan keseluruhan desa tersebut.
Kata Aniva kepada BBC, "Kebanyakan yang pernah saya tiduri adalah remaja, siswi sekolah."
"Beberapa remaja itu masih berusia 12 atau 13 tahun, tapi saya lebih menyenangi yang lebih tua usianya. Semua wanita ini menikmati saya sebagai hyena."
"Mereka bangga dan menceritakan kepada yang lain bahwa pria ini benar-benar pria sesungguhnya yang mengerti caranya memuaskan seorang wanita."
Berbeda dengan sesumbarnya, beberapa wanita di desa tetangga menyatakan kepedihan tentang hal yang harus mereka lalui. Kata seorang remaja bernama Maria, "Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya harus melakukannya demi orangtua saya."
"Jika saya menolak, maka anggota keluarga saya bisa mendapat penyakit atau bahkan kematian, sehingga saya takut. Mereka bilang semua teman wanita saya diwajibkan melakukan seks dengan seorang hyena."
Aniva diperkirakan berusia 40-an dan sekarang memiliki 2 istri yang mengetahui pekerjaan suami mereka.
Ia mengaku telah tidur dengan 104 wanita dan remaja putri, walaupun ia menyebutkan angka yang sama dalam wawancara dengan harian setempat pada 2012. Mungkin lupa menghitung.
Aniva memiliki 5 anak, tapi dia tidak mengetahui berapa banyak wanita dan remaja putri yang telah dihamilinya
Di sebuah desa yang berjarak 1 jam perjalanan ada wanita-wanita berusia 50-an yang menjadi penjaga tradisi inisiasi di desa mereka, yaitu Fagisi, Chrissie, dan Phelia.
Tugas mereka adalah mengorganisasi para remaja putri yang datang ke kamp mereka setiap tahun untuk mengajarkan tugas mereka sebagai istri dan bagaimana memuaskan seorang pria secara seksual.
Ritual "pembersihan seksual" oleh seorang hyena merupakan tahap terakhir proses ini dan direlakan oleh orangtua remaja-remaja putri tersebut. Jika perlu, Fagisi, Chrissie, dan Phelia menyebut alasan "untuk mencegah infeksi pada orangtua atau seluruh masyarakat."
Menurut kebiasaan, hubungan seks dengan hyena tidak boleh dilindungi dengan penggunaan kondom.
Menurut para penjaga tradisi, seorang hyena dipilih karena moral yang baik sehingga tidak bisa terifeksi HIV/AIDS.
Melihat tugas yang dijalankan hyena, jelaslah bahwa HIV menjadi risiko besar di kalangan masyarakat. PBB memperkirakan ada 1 di antara 10 warga Malawi yang membawa virus itu.
Mengagetkan. Ketika ditanyai BBC, Aniva mengaku bahwa ia memang positif HIV, tapi ia tidak menceritakan kepada para orangtua yang membayar jasanya.
Seiring berjalannya perbincangan, Aniva kemudian berhenti sesumbar dan mengaku melakukan jauh lebih sedikit pembersihan daripada di masa lalu. "Saya memang masih melakukan di sejumlah tempat. Saya sedang berhenti."
Para pihak yang terlibat dalam ritual ini menyadari bahwa kebiasaan ini dikecam oleh pihak luar, bukan hanya oleh pihak gereja tapi juga oleh pemerintah dan sejumlah NGO. Pemerintah telah memulai kampanye melawan "praktik-praktik budaya yang merusak."
"Kami tidak bermaksud menghukum mereka, tapi kami akan memberikan informasi bahwa mereka perlu mengganti ritual-ritual mereka," kata Dr. May Shaba, sekretaris tetap di Kementerian Gender dan Kesejahteraan.
Para orangtua yang lebih berpendidikan mungkin telah memilih untuk tidak memanggil hyena. Tapi kaum wanita tua yang diwawancarai tadi tetap masih bersikeras.
Menurut Chrissie, "Tidak ada yang salah dengan budaya kami. Jika kamu lihat masyarakat sekarang, kalian lihatlah bahwa remaja-remaja perempuan tidak bertanggungjawab."
"Jadi kami harus melatih para remaja ini kelakuan baik di kampung, supaya jangan melenceng, menjadi istri yang baik sehingga suami mereka puas dan tidak ada hal buruk menimpa keluarga mereka."
Menurut Romo Clause Boucher, imam Katolik kelahiran Prancis yang telah tinggal di Malawi selama 50 tahun dan sekarang menjadi ahli antropologi yang mumpuni, ritual ini sudah berlangsung berabad-abad lamanya.
Ritual bermula dari kepercayaan masa lalu tentang perlunya anak-anak diajari "panas" nya masa dewasa melalui tindakan seksual, kata rohaniwan tersebut.
Pada masa lalu, anak-anak perempuan ini cenderung mencapai pubertas pada usia 15 atau 16 tahun dan ritual dilakukan oleh suami masa depan yang telah dipilihkan. Sekarang ini, ritual lebih berkemungkinan dilakukan oleh pekerja seks bayaran, yaitu seorang hyena.
Romo Boucher menegaskan tentang upaya-upaya untuk mengubah seksualitas anak-anak yang ditentang gigih di kawasan selatan, yang seakan tanpa peduli dengan keberadaan agama Kristen di sana yang sudah berlangsung sekitar 1 abad atau fakta merebaknya AIDS selama 30 tahun belakangan.
Di sebagian besar negeri itu, terutama yang berdekatan dengan kota-kota Blantyre dan Lilongwe, "pembersihan seksual" ini jarang dilakukan. Nyaris tidak ada.
Di distrik Dedza yang terletak di Malawi tengah, hyena hanya dipanggil untuk inisiasi janda atau wanita mandul, demikian menurut Pemimpin Besar Theresa Kachindamoto, suatu sosok pimpinan langka wanita di Malawi. Ia memberi prioritas untuk melawan tradisi ini.
Ia mencoba menggalang dukungan dari para pimpinan regional lainnya. Di beberapa distrik lain, misalnya Mangochi di timur, upacaranya telah disesuaikan dan mengganti seks dengan upacara pemercikan minyak pada seorang remaja putri.
Di Nsanje, sepertinya upaya perubahan masih ogah-ogahan. Malawi adalah salah satu negara termiskin di dunia. Dengan masih begitu banyaknya bala kelaparan di pedesaan, urusan ini tidak menjadi kebijakan prioritas.
BBC menemui Fanny, salah satu istri Aniva. Ia sedang bersama dengan bayi perempuan mereka. Fanny dulunya adalah seorang janda cerai mati sebelum "dibersihkan" oleh Aniva. Mereka segera menikah sesudahnya.
Hubungan pasutri itu tampak tegang. Sambil duduk di samping suaminya, ia secara malu-malu mengakui bahwa ia membenci apa yang dilakukan suaminya tapi hal itu memberi nafkah yang dibutuhkan.
Ditanyai tentang bayi perempuan mereka, wanita itu berujar, "Saya tidak ingin itu terjadi. Saya ingin tradisi ini berakhir. Kami dipaksa tidur dengan para hyena. Itu bukan pilihan kami dan menurut saya itu menyedihkan bagi kami sebagai wanita."
Ditanya apakah ia benci karena pernah terjadi padanya, ia menjawab, "Saya masih membencinya hingga sekarang."
Bahkan Aniva memberikan jawaban mengejutkan tentang anak perempuannya, "Jangan anak perempuan saya. Saya tidak bisa membolehkannya. Sekarang saya memperjuangkan sampai akhir melawan praktik ini."
Ketika ditanya mengapa berjuang menghentikannya, namun masih melakukannya, Aniva menjawab, "Tidak. Seperti saya bilang, saya sedang berhenti sekarang. Yakin, sungguh, saya berhenti."